Realisasikan Jalan Usaha Tani Wujud Komitmen PT Berau Coal Dukung Ekonomi Masyarat di Sektor Perkebunan

img

Jalan Usaha Tani sepanjang 750 meter  dengan lebar 4 meter di RT 7 Kampung Gurimbang yang di bangun PT Berau Coal. (foto : sep/fn)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Perusahaan tambang  batu bara terbesar di Kabupaten Berau, PT Berau Coal terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor perkebunan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun Jalan Usaha Tani di RT 7 Kampung Gurimbang, Kabupaten Berau sepanjang 750 meter dengan lebar jalan 4 meter, yang memberikan kemudahan akses bagi para petani menuju lahan perkebunan Kakao.

 

Perubahan besar kini dirasakan para petani, kehadiran jalan itu tidak hanya memangkas waktu dan biaya angkut, tetapi juga membangkitkan semangat masyarakat untuk mengembangkan perkebunan Kakao sebagai sumber penghidupan.

 

Pembangunan Jalan Usaha Tani yang didukung PT Berau Coal menjadi jawaban atas kebutuhan petani selama bertahun-tahun. Sebelum akses tersebut tersedia, aktivitas menuju kebun menjadi tantangan tersendiri. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang sulit dilalui, sementara semak belukar dan rumpun bambu menutup sebagian jalur menuju lahan perkebunan.

 

Bagi Majid, salah seorang petani kakao di Kampung Gurimbang, kondisi itu bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan pengalaman yang setiap hari harus dihadapi.

 

"Dulu jembatan yang kami lalui hanya memakai beberapa lembar papan yang ditimbun. Jalannya juga sempit, hanya cukup untuk satu sepeda motor," kenangnya.

 

Ia mengatakan, perjalanan menuju kebun saat itu harus melewati hutan dan semak dengan jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan sekarang. Tidak jarang hasil panen maupun kebutuhan pertanian harus dipikul secara manual hingga ke dalam kebun.

 

"Dulu kami harus memikul hasil panen Kakao, kompos, dan pupuk masuk ke dalam kebun. Sekarang kendaraan sudah bisa masuk sampai ke lokasi kebun, sehingga pekerjaan menjadi jauh lebih ringan, cepat, dan efisien," ujarnya.

 

Kemudahan akses tersebut tidak hanya mengurangi beban kerja petani, tetapi juga mulai membawa perubahan terhadap geliat perkebunan kakao di Kampung Gurimbang. Menurut Majid, sejumlah warga yang sebelumnya enggan membuka lahan kini mulai tertarik menanam kakao karena akses menuju kebun jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

 

"Kalau jalannya sudah bagus, orang juga lebih semangat berkebun. Sekarang sudah ada warga yang mulai membuka lahan baru untuk ditanami kakao," katanya.

 

Kini Jalan Usaha Tani tersebut menjadi jalur utama menuju kawasan perkebunan Kakao yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat Kampung Gurimbang. Selain memperlancar mobilitas petani dan mempercepat distribusi hasil panen menuju titik pengumpulan, sehingga berpotensi meningkatkan nilai ekonomi masyarakat.

 

Community Development Manager PT Berau Coal, Reza Hermawan, mengatakan pembangunan Jalan Usaha Tani merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

 

Menurutnya, akses jalan yang memadai merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi petani untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan.

 

"Pembangunan Jalan Usaha Tani ini merupakan bentuk dukungan PT Berau Coal dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat. Infrastruktur yang memadai menjadi salah satu faktor penting agar petani dapat mengakses lahannya dengan lebih mudah, menekan biaya operasional, memperlancar distribusi hasil panen, sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan," jelas Reza.

 

Ia menegaskan bahwa komitmen perusahaan tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur. PT Berau Coal juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat agar manfaat yang dirasakan petani dapat berlangsung dalam jangka panjang. Salah satunya melalui pendampingan budidaya kakao di kawasan Jalan Usaha Tani RT 7 Kampung Gurimbang. Saat ini, perusahaan mendampingi empat petani yang mengelola kebun kakao seluas sekitar 5,5 hektare.

 

Program tersebut dilengkapi dengan berbagai bentuk dukungan, mulai dari penyediaan bibit kakao bersertifikat, kompos, dolomit, tanaman penaung, tanaman hortikultura, hingga perlengkapan pendukung budidaya. Pendampingan juga dilakukan agar petani mampu meningkatkan kualitas produksi sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan.

 

Reza berharap pembangunan Jalan Usaha Tani dapat menjadi titik awal tumbuhnya sentra perkebunan Kakao baru di Kampung Gurimbang. Dengan akses yang semakin baik, masyarakat diharapkan semakin percaya diri mengembangkan lahannya sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat perekonomian desa.

 

"Kami berharap keberadaan Jalan Usaha Tani ini menjadi pemicu lahirnya sentra kakao baru di Kampung Gurimbang. Ketika akses semakin mudah, masyarakat akan semakin termotivasi mengembangkan lahannya. Pada akhirnya, hal itu akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani dan tumbuhnya ekonomi desa secara berkelanjutan," pungkasnya.

 

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Gurimbang menjadi bukti bahwa infrastruktur tidak hanya menghadirkan kemudahan akses, tetapi juga mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Dari jalan yang dulunya hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki sambil memikul hasil panen, kini terbentang akses yang membawa harapan bagi masa depan perkebunan kakao di Kampung Gurimbang. (sep/FN)